Saya sangat BENCI pada dia. Tetapi kata-kata orang, kamu jangan terlalu benci sama dia. Ntar Benci Jadi Cinta. Wadaoooooh….. gimana nih kalau udah begini urusannya?
Benci itu sesuatu perasaan jengkel, dendam, atau marah dan selainnya kepada orang lain. Benci itu biasanya, jika kita ketemu sama orang yang kita benci, maka kelihatan dari raut wajah muka kita bahwa, raut wajah muka kita itu cemberut terus, tidak kelihatan senang. Dan apabila orang yang kita benci pun beada disekitar kita, semua segala aktivitas kita yang menyenangkan akan menjadi hambar.
Suka itu hampir sama dengan Cinta yaah?hehehe
Eh, gak juga koq.hehehe. Suka itu suatu perasaan kita terkagum-kagum pada seseorang. Kita selalu merasa senang dengan keadaan dirinya, tetapi suka itu tidak selamanya bahwa kita berharap untuk menjadi miliknya. Suka seseorang sama saja kita mengidolakannya. Kalau Cinta itu suatu perasaan suka dan kita berharap untuk menjadi bagian darinya. Cinta tidak memandang umur, sampai pada zaman sekarang anak-anak SD saja pun udah tahu apa itu CINTA. Tetapi ada juga jika kita sedang jatuh cinta sama seseorang dan dy tak cinta dengan kita, maka janganlah bersedih. Karena ada sebuah pepatah “Cinta Tak Harus Memiliki”.:D. mmmm… sebenarnya, kata Cinta itu banyak mempunyai makna. Cinta itu penuh dengan kasih sayang.
Jika kita lihat pada zaman sekarang, banyak orang yang mempermainkan Cinta. Sungguh kasihan saya melihat teman-teman saya yang dipermainkan oleh cinta. Cinta itu hanya mengambil kesempatan dalam kesempitan. Sungguh kejam mereka yang telah mempermainkan cinta.:(
Okeh, back to Topic.
Saya punya cerita tentang topik ini. Cerita tersebut dari pengalaman teman saya. Sebut saja namanya Fira. Dia adalah seorang siswi kelas X di salah satu sekolah SMA. Fira ini mempunyai seorang sahabat sekaligus ia anggap sebagai saudara sendiri, namanya Putra. Putra seorang siswa di salah satu SMP kelas IX. Putra ini sudah sangat akrab dengan Fira. Samapainya Putra menyukai Fira. Tetapi Fira tidak menyadarinya kalau Putra menyukai dirinya. Fira sudah menanggap Putra sebagai saudara dan adiknya sendiri.
Hari demi hari, bulan demi bulan terus berlalu. Putra semakin jatuh cinta pada Fira dan sudah tidak ingin menyembunyikan perasaannya itu. Ia sangat mencintai Fira sehingga, pada suatu hari Putra bertemu dengan Fira di tempat yang selalu ia kunjungi bersama. Dan diisitulah Putra menyatakan cintanya. Sejenak itu Fira kaget bukan kepalang. Ia sangat kaget dengan apa yang diungkapkan Putra barusan tadi. Sejenak hening. Dan Fira membuka pembicaraan. Ia member pengertian tentang cinta dan ia member pengertian bahwa, aku ini sudah menganggap kamu sebagai saudaraku dan adikku sendiri. Aku lebih merasa baik dan tenang jika kamu lebih mau menjadi adikku. Fira mengtakan hal tersebut dengan perlahan kepada Putra. Padahal di hati Fira bahwa ia sebenarnya juga suka dengan Putra. Tetapi Fira menyadari bahwa ia lebih tua dari Putra dan Fira pernah mendengar bahwa jika kalian mempunyai pacar, maka carilah pacar yang lebih tua dari kamu jika kamu perempuan. Maka dari itu ia tak ingin hal tersebut terjadi.
Sejenak itu Putra diam tanpa sepatah katapun dan pergi meninggalkan Fira di tempat itu sendirian. Fira memanggil-memanggil Putra untuk bisa mengerti, tetapi hasilnya nihil. Putra sekarang benci dengan Fira. Semenjak itulah persahabtan Fira dan Putra hancur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar